Berbagai usaha memang telah dilancarkan oleh 6 calon pasangan cagub-cawagub kepada masyarakat Jakarta. Dengan janji kampanye sedemikian rupa, banyak pengamat memprediksi Pilgub DKI kali ini akan berlangsung menarik.
Apalagi jika melihat data pada Pilgub 2007 silam, harapan agar angka golput yang berkurang ini semakin tumbuh.
"Jika melihat pada Pilkada DKI tahun 2007, angka pemilihnya itu 65 persen. Saat itu dibanding kota-kota lain partisipasi mencapai 35 persen ini cukup lumayan. Padahal cuma dua pasang," ucap Manager Public Affairs Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi, saat berbincang dengan detikcom Senin (9/7/2012).
Burhan mengaku optimis angka golput akan berkurang dalam Pilgub kali ini. Apa yang menjadi alasannya?
"Kalau melihat kondisi saat ini, ada 6 pasangan yang berlaga. Jadi harusnya tingkat partisipasi tidak kurang dari 65 persen. Dugaan saya di atas 65 persen, minimal sama," ujar Burhanuddin.
"Sekarang pilihannya beragam, variatif. Sisi siapa yang maju namanya cukup lama dikenal. Ada yang mantan ketua MPR, ada yang incumbent, ada yang pernah menjabat di daerah lain, ada walikota terbaik dunia, ada pengamat ekonomi juga. Masyarakat kalau bosan dengan partai ada independen, kalau tidak percaya independen ada yang dari partai. Susah untuk tidak nyoblos," sambungnya.

Posting Komentar