Selamat datang di Dibo Piss Media

Kompas Mendukung Jokowi Ahok di Pilkada Jakarta ?

Selasa, 07 Agustus 20121komentar

Kaget juga saya melihat tautan berita mengenai sebuah media besar yang saya duga menuduh salah satu calon dalam Pilkada DKI. Apakah memang ada oknum di Koran sebesar Kompas secara sengaja memanikan peran menuding pasangan salah satu lawan Jokowi melakukan fitnah kepada lawan-lawan politiknya ? atau hanya segelintir oknum atau memang hanya sebatas sekilas emosi.
Memang tuduhan ini tidak langsung dihembuskan oleh media bersangkutan, tetapi melalui pernyataan pandangan salah satu wartawan senior Kompas (Robert Adhi KSP) yang ditayangkan melalui status/komentar pada akun jaring social yang dimilikinya. Mungkin inilah kelalaian dari wartawan bersangkutan, atau karena ada sesuatu di balik pernyataan-pernyataan si wartawan.
Mungkin para kompasianer sudah membaca isi berita yang saya maksud. Bahkan, pernyataan tuduhan serupa dalam berita tersebut sudah banyak sekali dilontarkan oleh kompasianer yang sebagian pendukung Jokowi-Ahok ketika menanggapi berita positif mengenai foke, atau berita negatif mengenai jagoannya.
Namun, makna dari pernyataan sang wartawan ini jadi mempunyai  bobot yang beda,  karena terbawa-bawanya nama lembaga dimana tempat ia bekerja. Sebuah lembaga pers yang harusnya netral, jernih dan memiliki data akurat dalam memberikan suatu pandangan atau sikap, serta jauh dari fitnah. Apalagi memprovokasi dalam menyebar kebencian kepada suatu pihak yang dianggap lawan.
Beginilah bunyi pernyataan wartawan tersebut seperti dikutip dari tautan berita tersebut :

“Tampaknya, Foke – Nara menghalalkan segala cara, termasuk dengan menebarkan fitnah yang kejam kepada lawan-lawan politiknya…” tulis Robert yang merupakan penghuni komplek BSD Tangerang Selatan di akun facebooknya.

“Kami membela Jokowi dan Ahok, emang kenapa, bagi kompas yang terpenting bukan figur yang dekat dengan kaum Islam,” itu kata terakhir komentarnya. Namun, setelah mendapat protes dari berbagai komentar, status yang berisi isu SARA itu akhirnya dihapus (Mungkin karena beliau menghargai pendapat orang lain).

Sebagai pribadi mungkin sah-sah saja siapa pun boleh berpendapat. Tapi kelalaian Robet  ini adalah ketika ia mengutip “….bagi Kompas yang terpenting bukan figur yang dekat dengan kaum Islam,”….. Sehingga wajar saja siapa pun yang melihat komentar saudara Robert Adhi KSP akan berpendapat bahwa  pernyataan tersebut adalah sikap yang mengatasnamakan Kompas (silahkan kalau dikomentari jika pendapat saya salah).
Dari penyebaran berita ini tidak hanya pihak pasangan Foke _ Nara  saja yang dirugikan, tetapi pihak Kompas sendiri akan dirugikan oleh pernyataan-pernyataan saudara Robert Adhi KSP. Malah pasangan calon yang diusung bisa-bisa juga dirugikan, karena kehilangan simpati dari umat Islam.
Opini masyarakat bisa makin membenarkan bahwa Robert Adhi KSP dan sejumlah petinggi Kompas memang merupakan kelompok yang bekerja di balik kampanye pemenangan Jokowi – Ahok.  Apalagi dalam kondisi kian memanasnya peta politik Pilkada DKI ini, issu sentiment agama dan golongan semakin kuat.
Membaca kutipan pernyataan Robert Adhi KSP dalam artikel diatas cukup membuat dahi saya berkerut, bahkan hampir tak percaya bahwa media dengan reputasi nasional sekelas Kompas memiliki sikap seperti itu. Hal tersebut cukup mengganggu bagi saya, selain masuk kategori SARA apa yang disampaikan Robert bisa menguatkan persepsi masyarakat tentang ‘Kompas’ yang selama ini dipersepsikan tidak berpihak pada umat Islam. Maka sepertinya perlu ada pernyataan permohonan maaf dari Robert Adhi KSP bahwa apa yang disampaikannya adalah sikap pribadi dan bukan sikap Kompas secara institusi, untuk itu ia menyesali perbuatannnya.
Hal tersebut menjadi penting agar respon negatif yang mungkin terjadi tidak meluas dan bisa segera di minimalisir, berikut saya kutip juga Surat Terbuka yang disampaikan oleh Idram Marhus, berikut kutipannya:
Yth Panwaslu DKI, Dewan Pers Indonesia dan pihak terkait.
Kami yang tergabung satuan kesatuan umat Islam Jakarta dan mewakili seluruh umat Islam se Indonesia menuntut keras permintaan maaf dari Saudara Robet wartawan senior Kompas dan juga pihak Kompas Gramedia Group yang menyatakan sebagai berikut ;
“Kami membela Jokowi dan Ahok, emang kenapa, bagi Kompas yang terpenting bukan figur yang dekat dengan kaum Islam,”
Dan kami juga menuntut media Kompas Gramedia Group agar tidak mengadu domba isu kebencian terhadap Islam melalui gaya bahasa redaksional.
Yang terakhir adalah menuntut saudara Robert agar diseret ke pengadilan dengan hukum yang berlaku.
Jakarta 3 Agustus 2012
Idram Marhus
Mewakili seluruh elemen Islam (NU, Muhamadiyah, LDII, dll)Akan sangat sayangkan dan sungguh akan memperihatinkan jika Ketua Panwaslu  DKI Ramdansyah tidak merespon surat terbuka tersebut. Bisa dipastikan, independensi Panwaslu DKI akan tercoreng jika tidak merespon surat ini. (*)
Melalui blog ini saya berharap agar kita bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain… Yuk! (Sumber)



sumber Benarkah Kompas Mendukung Jokowi Ahok ?

Share this article :

+ komentar + 1 komentar

18 Agustus 2012 pukul 04.38

Rapatkan Barisan

Posting Komentar

 
Support : Dibo Piss Media | Dodie | Ibob Plur
Copyright © 2016. Dibopiss Media - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Dodie
Proudly powered by Blogger